Filosofi Teras berkeyakinan bahwa kita bukanlah sekoci kecil
tak berdayung dan tak berlayar yang pasrah digoyang ke sana sini saat diterjang
badai "peristiwa hidup". Kita tidak harus menjadi makhluk yang selalu
reaktif terhadap hal-hal yang terjadi di dalam hidup kita. Kita bukanlah
makhluk pasif yang dibawa senang, sedih, dan marah oleh hal-hal eksternal.
Sebaliknya, perasaan kita datang dari pendapat dan persepsi yang sepenuhnya di
bawah kendali kita. Kita bisa aktif menentukan respon kita terhadap peristiwa-peristiwa
di dalam hidup kita.
Insight dari Filosofi Teras ini juga menghancurkan apa yang
saya percayai sejak kecil mengenai emosi vs rasional. Seolah-olah jika nalar
menang dari emosi, maka kita menjadi manusia yang tenang dan terkendali, dan
sebaliknya.
Ajaran Filosofi Teras menantang konsep tersebut dengan
menjelaskan bahwa pada dasarnya semua emosi dipicu oleh penialaian, opini,
persepsi kita. Keduanya saling terkait, dan jika ada emosi negatif, sumbernya
ya nalar/rasio kita sendiri.
