Membaca buku ini, kita akan dibawa masuk dalam frekuensi
penulis—Kurniawan Gunadi. Rasanya sunyi sekali, tapi terdengar bising dan
bergemuruh. Waktu seperti berhenti berdetik, tapi orang-orang di sekitar kita
seolah berjalan, berlari, berteriak, kecewa, dan menangis dengan segala bising
yang ada di kepala mereka.
Akan ada masa ketika membaca buku ini, frekuensi itu menguat dan membuat kita tanpa sadar meneteskan air mata, lalu kita berkata lirih dalam hati: "Setiap orang mempunyai bisingnya masing-masing, dan aku, tidak sendiri."
