Ada seseorang yang berusaha meyakinkan dirinya sendiri bahwa ia bisa melakukan
semuanya sendiri. Meletakkan semua beban itu di atas pundaknya, lalu tidak
memperbincangkan dengan siapa pun. Ia memilih itu, sebab, saat ia berusaha bercerita,
katanya, "lukamu tak seberapa".Kalimat sederhana itu, berhasil meruntuhkan semua
ketegarannya dan membuatnya selalu mempertanyakan diri sendiri, "Sebegitu kerdilkah
jiwa ini hingga tak mampu menampung luka yang tak seberapa itu?"
Sedang suara sumbang lain berusaha menerka, "Bagaimana bisa kau menangis, sedang
kerjamu hanya tertawa-tawa?" Mendengar itu, ia hanya tersenyum dan menggeleng, lalu
bergumam dalam hati, bahwa, makhluk paling ceria pun mempunyai rahasia.
Rahasia itu tersimpan dalam suatu tempat yang tinggi, dalam sebuah catatan yang
tersimpan rapi. Kelak, ia yang menerima dengan tangan kanannya, wajahnya akan
berseri-seri. Sedang ia yang menerima dengan tangan kirinya, akan menjerit dan
berandai-andai tak pernah menerimanya. Berharap, rahasia itu akan tetap menjadi
rahasia. Sayangnya, tidak. Rahasia itu mesti ditampakkan.
Pertanyaannya, sampai kapan ia akan menyimpan rahasia itu? Sampai nanti, sampai ia
menemukan seseorang yang ia pikir layak untuk membagi percaya.